Rabu, 09 Maret 2016

Cerpen Harapan Untuk Ibu

Fyuh! Nilai, nilai, nilai. Kenapa kau terus membuatku dimarahi orangtuaku? Hasil ulangan MTK-ku yang di bawah 6 membuatku tidak diberi uang saku selama 3 hari. Sudah biasa sebenarnya, tapi ah sudahlah. Aku malas membahasnya. Aku bodoh. Ya, aku tahu itu. Dan aku tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya. Aku tidak belajar? Tidak! Aku selalu belajar. Setiap malam aku hanya membaca buku-buku pelajaran yang penuh ilmu. Aku tidak seperti mereka-mereka yang belajar beberapa menit sebelum ulangan. Bahkan aku muak pada mereka. Seperti sok rajin. Namaku Hafiz Maulana. Aku duduk di kelas 9 sekarang. Beberapa bulan lagi aku menghadapi Ujian. Ah menyebalkan. Dan kau tahu? Berkali-kali tryout aku selalu mendapat nilai di bawah 5. Dan aku mendapati kursi di Grade-G.
Grade paling akhir di sekolahku yang terkenal dengan anak-anak yang prestasinya terendah. Aku memang bukan yang paling rendah. Tapi aku malu disamakan dengan mereka. Ulangan adalah hal yang sangat menyebalkan bagiku. Selembar kertas yang hanya berisi sebuah nilai membuat orangtuaku marah. Aku benci ulangan. Sangat membencinya. Namun aku juga tahu ulangan adalah ajang untuk mendapatkan nilai dan mengasah kemampuan diri. Besok aku menghadapi Latihan UN. Sejenis tryout juga. Malam harinya, aku hanya berdoa sepanjang aku belum mengantuk. Dan aku ketiduran sampai lupa tak belajar. Terpaksa aku belajar di pagi hari sebelum Latihan UN dilaksanakan. Tentu saja teman-temanku mengejekku.
“Hafiz sok rajin,” kata mereka. Aku diam saja dan melanjutkan belajar. Aku mulai memahami dan ku lakukan hal itu setiap hari.
Minggu selanjutnya, hasil Latihan UN dibagikan. Aku tak menyangka ternyata nilaiku sungguh memuaskan. Ku beritahu seluruh keluargaku.
“Memangnya dapat berapa Fiz?” tanya ayahku.
“Rata-ratanya 7,5 yah,” Seluruh keluargaku tertawa terbahak-bahak.
“Hahahaha ku kira 10. Eh tahunya pas KKM. Hahaha,” kakakku mengejek.
“Susah tahu dapat nilai segitu. Setidaknya nilaiku begitu tapi aku tidak mencontek. Tidak seperti kakak. Wlee,” bantahku.
“KAU!”
Aku berlari menuju kamarku. Wajahku memerah. Aku ingin menangis. Tapi aku laki-laki. Tak pantas menangis. Aku benci mereka. Mereka punya nilai bagus, ya aku tahu. Tapi apa artinya nilai kalau bukan pekerjaan sendiri. “Tidak apa-apa Fiz, itu awal yang bagus. Ibu bangga padamu. Tingkatkan lagi ya Nak,” kata ibu membelai rambutku. Aku mengangguk. Kini aku belajar setiap sebelum dan sesudah subuh. Aku mudah paham dengan cara ini. Aku naik ke Grade-B. Suatu hal sangat mengejutkan bagi teman-teman, guru, dan juga aku tentunya. “Selangkah lagi Hafiz,” aku menyemangati diriku sendiri. Aku melewati Ujian Sekolah dengan mudah. Rata-rataku mencapai 9. Hal yang menggembirakan. Aku mendapat peringkat 5. Aku pulang ke rumah membawa kabar gembira ini pada keluargaku. Kakakku sekarang tak mengejekku lagi.
“Kak, Ibu dan Ayah di mana?” tanyaku.
“Ayo ikut aku,” ajaknya.
“Kemana Kak?”
“Sudah jangan banyak tanya. Aku sudah menunggumu terlalu lama. Cepat!”
Kak Ravi menyeretku menaiki mobil. Dia mengajakku ke suatu tempat. Rumah sakit. Siapa yang sakit?
“Ibu. Penyakit jantungnya kambuh lagi,” Kak Ravi berkata lirih.
Aku langsung berlari mencari kamar Ibu. Di sana ada Ayah, Kakek, dan Nenekku. Ku hampiri ibu yang terbaring lemah. Matanya terbuka.
“Ibu, aku peringkat 5,” kataku.
“Iya. Ibu bangga padamu. Tingkatkan ya.” Ibu menutup matanya. Untuk selamanya.
Aku berdiri di sini. Di samping gundukan tanah ini. Aku baru pulang dari sekolah dan langsung ke sini. Pengumuman hasil Ujian Nasional. Aku peringkat 3. Ku persembahkan ini untuk ibu. Dan jika ibu masih hidup, pasti ia berkat, “Ibu bangga padamu. Tapi tingkatkan lagi ya.”
Cerpen Karangan: Evi Herniyati
Facebook: Evi’s World / Evi Herniyati

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di:  untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Keluarga Cerpen Remaja Cerpen Sedih

1 komentar:

  1. Haha ini cerpen saya bikin gr" iseng, waktu nilai tryoutnya turun. Makasih udah share :)

    BalasHapus

CLUTCH (1 VS 8) POINT BLANK