Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan
Pengetahuan ilmu
Menurut bahasa, arti kata ilmu berasal dari bahasa Arab (ilm), bahasa Latin
(science) yang berarti tahu atau mengetahui atau memahami. Sedangkan menurut
istilah, ilmu adalah pengetahuan yang sistematis atau ilmiah. Perbedaan ilmu
dan pengetahuan yaitu : Secara umum, Pengertian Ilmu merupakan kumpulan proses
kegiatan terhadap suatu kondisi dengan menggunakan berbagai cara, alat,
prosedur dan metode ilmiah lainnya guna menghasilkan pengetahuan ilmiah yang
analisis, objektif, empiris, sistematis dan verifikatif. Sedangkan pengetahuan
(knowledge ) merupakan kumpulan fakta yang meliputi bahan dasar dari suatu
ilmu, sehingga pengetahuan belum bisa disebut sebagai ilmu, tetapi ilmu pasti
merupakan pengetahuan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pengertian Ilmu diartikan sebagai
pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara sistematis menurut metode
ilmiah tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan kondisi tertentu dalam
bidang pengetahuan. Sedangkan dalam Wikipedia Indonesia, Pengertian
Ilmu/ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menemukan, menyelidiki
dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai bentuk kenyataan dalam alam
manusia. Pengetahuan adalah pengetahuan ilmu yang dari internet,buku,koran dan
lain-lain.
Teknologi
Teknologi adalah kumpulan alat, termasuk mesin, modifikasi,
pengaturan dan prosedur yang digunakan oleh manusia. Teknologi secara signifikan
memengaruhi manusia serta kemampuan spesies hewan lain untuk mengendalikan dan
beradaptasi dengan lingkungan alami mereka. Istilah ini dapat diterapkan secara
umum atau untuk daerah tertentu. Contoh: teknologi informasi, teknologi nuklir,
teknologi pertanian, dan teknologi komunikasi.
Kemiskinan
kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk
memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung,
pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat
pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan
pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah
ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari
segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah
yang telah mapan, dll.
Kemiskinan di daerah saya itu merata ada yang tidak mampu membeli kebutuhan
dasar,ada juga tidak mampu membiayakan kuliah anaknya,ada juga sampai anaknya
menikah demi kebutuhan hidupnya.
Sumber:
http://isma-ismi.com/pengertian-ilmu.html
http://www.artikelteknologi.com/2015/05/definisi-teknologi-dan-pengertian-teknologi.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
Selasa, 22 Desember 2015
Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
A. Pelapisan
Sosial
1.
Pengertian Pelapisan Sosial
Di
lingkungan yang kita tempati, kita seingkali menjumpai orang-orang yang
termasuk golongan kaya, sederhana, dan miskin. Penggolongan tersebut
menunjukkan bahwa di dalam masyarakat terdapat tingkatan-tingkatan yang
membedakan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain.
Dalam
sosiologi, pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkatan-tingkatan tertentu
itu disebut dengan pelapisan sosial. Pelapisan sosial secara umum dapat
diartikan sebagai pembedaan atau pengelompokan anggota masyarakat secara
vertikal. Pelapisan sosial merupakan gejala sosial yang sifatnya umum pada
setiap masyarakat. Berikut pendapat beberapa ahli tentang stratifikasi sosial :
1. Pitirim
A. Sorokin
Stratifikasi
sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara
bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam
masyarakat. Setiap lapisan itu disebut dengan strata sosial. Ditambahkan bahwa
stratifikasi sosial merupakan ciri yang tetap pada setiap kelompok sosial yang
teratur. Lapisanlapisan di dalam masyarakat memang tidak jelas batasbatasnya,
tetapi tampak bahwa setiap lapisan akan terdiri atas individu-individu yang
mempunyai tingkatan atau strata sosial yang secara relatif adalah sama.
2. P.J.
Bouman
Stratifikasi
sosial adalah golongan manusia dengan ditandai suatu cara hidup dalam kesadaran
akan beberapa hak istimewa yang tertentu dan karena itu menuntut gengsi
kemasyarakatan.
3. Soerjono
Soekanto
Stratifikasi
sosial adalah pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan yang
berbeda-beda secara vertikal.
4. Bruce J.
Cohen
Stratifikasi
sosial adalah sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang
dimiliki dan menempatkan mereka pada kelas sosial yang sesuai.
5. Paul B.
Horton dan Chester L. Hunt
Stratifikasi sosial adalah sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu
masyarakat.
2. Ukuran
sebagai Dasar Pembentukan Pelapisan Sosial
Ukuran atau
kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial
adalah ukuran kekayaan, kekuasaan dan wewenang, kehormatan, serta ilmu
pengetahuan.
- Ukuran kekayaan adalah kepemilikan harta benda seseorang yang dilihat dari jumlah dan materiil saja.
- Ukuran kekuasaan dan wewenang adalah kepemilikan kekuatan atau power seseorang dalam mengatur dan menguasai sumber produksi atau pemerintahan.
- Ukuran kehormatan dapat diukur dari gelar kebangsawanan atau dapat pula diukur dari sisi kekayaan materiil.
- Ukuran ilmu pengetahuan, artinya ukuran kepemilikan seseorang atau penguasaan seseorang dalam hal ilmu pengetahuan.
Kriteria
umum penentuan seseorang dalam pelapisan sosial adalah sebagai berikut.
- Kekayaan dalam berbagai bentuk yang diketahui oleh masyarakat diukur dalam kuantitas atau dinyatakan secara kualitatif.
- Daya guna fungsional perorangan dalam hal pekerjaan.
- Keturunan yang menunjukkan reputasi keluarga, lamanya tinggal atau berdiam di suatu tempat, latar belakang rasial atau etnis, dan kebangsaan.
- Agama yang menunjukkan tingkat kesalehan seseorang dalam menjalankan ajaran agamanya.
- Ciri-ciri biologis, termasuk umur dan jenis kelamin.
Pelapisam
sosial di dalam masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya dalam proses
perkembangan masyarakat dan dapat pula secara sengaja ditentukan oleh
masyarakat itu sendiri.
Pelapisan
Sosial yang Terjadi dengan Sendirinya
Beberapa
ukuran yang digunakan untuk menempatkan seseorang dalam strata tertentu pada
pelapisan sosial yang terjadi dengan sendirinya adalah sebagai berikut.
Kepandaian
seseorang atau kepemilikan ilmu pengetahuan.
Tingkat umur
atau aspek senioritas.
- Sifat keaslian.
- Harta atau kekayaan.
- Keturunan.
- Adanya pertentangan dalam masyarakat.
B. Kesamaan
derajat
Kesamaan
derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan
lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota
masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap
pemerintah dan Negara. Hak dan kewajiban sangat penting ditetapkan dalam
perundang-undangan atau Konstitusi. Undang-undang itu berlaku bagi semua orang
tanpa terkecuali dalam arti semua orang memiliki kesamaan derajat. Kesamaan
derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai faktor
kehidupan.
Sumber:
Pemuda dan Sosialitas
Pemuda
dan Sosialitas
Pemuda adalah
seseorang yang berumur antara 15 sampai 30 tahun (UU Kepemudaan No.40 tahun
2009). Pada umur tersebut, dikategorikan sebagai umur produktif untuk melakukan
berbagai aktivitas guna mencari pengalaman hidup dan menemukan jadi diri.
Pemuda juga memiliki ciri yang khas, yaitu : berada pada kondisi prima,
mempunyai semangat yang menggebu-gebu. Untuk itu pemuda dapat digolongkan
sebagai kaum yang bisa membawa perubahan, untuk lingkungan sekitar maupun
bangsa dan negara.
Berbicara tentang pemuda berarti membicarakan kurang lebih seperempat penduduk Indonesia. 27% dari populasi penduduk Indonesia adalah pemuda (Tribunnews 2014), dengan demikian pemuda termasuk elemen yang dipertimbangkan pengaruhnya untuk kemajuan bangsa. Presiden Amerika, Barack Obama mengatakan “Jika ingin melihat suatu bangsa 20 sampai 30 tahun kedepannya maka lihatlah pemudanya hari ini”. Betapa tidak, nasib bangsa ke depannya tergantung pada pemuda-pemuda hariini karena mereka lah yang akan memimpin suatu negara dimasa akan datang.
Sejarah telah membuktikan perjuangan pemuda yang berhasil merebut kemerdekaan Indonesia. Semangat menggebu-gebu dari diri pemuda yang berhasil mendorong dan melihat peluang bahwa kemerdekan harus segera dilakukan, sehingga pada tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dengan golongan muda. Dengan demikian, dilangsungkannya proklamasi kemerdekaan keesokan harinya.
Berbicara tentang pemuda berarti membicarakan kurang lebih seperempat penduduk Indonesia. 27% dari populasi penduduk Indonesia adalah pemuda (Tribunnews 2014), dengan demikian pemuda termasuk elemen yang dipertimbangkan pengaruhnya untuk kemajuan bangsa. Presiden Amerika, Barack Obama mengatakan “Jika ingin melihat suatu bangsa 20 sampai 30 tahun kedepannya maka lihatlah pemudanya hari ini”. Betapa tidak, nasib bangsa ke depannya tergantung pada pemuda-pemuda hariini karena mereka lah yang akan memimpin suatu negara dimasa akan datang.
Sejarah telah membuktikan perjuangan pemuda yang berhasil merebut kemerdekaan Indonesia. Semangat menggebu-gebu dari diri pemuda yang berhasil mendorong dan melihat peluang bahwa kemerdekan harus segera dilakukan, sehingga pada tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dengan golongan muda. Dengan demikian, dilangsungkannya proklamasi kemerdekaan keesokan harinya.
Sosialitas
Menurut saya
sosialitas berasal atau berkata dasar "sosial" yang artinya
menghargai sesama manusia, saling membantu satu sama lain, dan bermasyarakat.
Sedangkan sosialitas adalah kegiatan yang dilakukan seseorang dengan cara
membantu orang lain yang bisa berupa materi, tenaga, pikiran, dan doa. Untuk
menciptakan suatu negara yang baik masyarakatnya harus bisa bersosialitas
kepada sesama. Tidak hanya mementingkan diri sendiri, keluraga, dan golongannya
tetapi juga harus memikirkan sesamanya atau orang lain. Biasanya orang-orang
yang sudah mempunyai kedudukan atau jabatan yang tinggi, materi yang cukup
bahkan sangat banyak, pintar dalam segala hal, bisa lupa dengan apa yang
namanya bersosialitas dan bermasyarakat. Mereka hanya memikirkan diri sendiri
dan golongannya saja, tanpa peduli dengan sesamanya yang diluar sana jauh lebih
menderita. Kita bisa ambil contoh para pemerintah yang hanya mengumbar janji
belaka tanpa ada bukti nyata. Mereka hanya mengobral janji semata disaat ingin
mendapatkan kedudukan, mereka rela bersosialisme dan bermasyarakat hanya
diawalnya saja, jika sudah terpilih apa yang dilakukan sudah dilupakan begitu
saja, tnpa peduli lagi. Contoh lain bisa kita lihat para oknum polisi yang
sekarang hanya mementingkan diri sendiri, tidak memikirkan rakyat kecil. Para
oknum tidak bisa memberikan keadilan dengan baik. Orang yang seharusnya
mendapatkan perlindungan dari para oknum malah di persulit. Kenapa pada saat
yang serba sulit ini rasa sosialitsa dari orang-orang yang mempunyai kedudukan
tidak lagi ada. Orang yang miskin semakin lebih miskin, orang yang tertindas
semakin tertindas. Hal seperti ini kenapa masih saja ada di zaman yang serba
moderen dan tekhnologi ini? Dimana rasa sosialitas dari para pemerintah, apa
belum cukup para petinggi menindas rakyatnya, semakin membodohi rankyatnua?
Mereka membutuhkan uluran tangan dari orang-orang yang mempunyai kedudukan,
karena tanpa sosialisasi dari para petinggi(pemerintah) mereke hanya bisa
merasakan keterpurukan, kebodohan, kemiskinan. Dimana janji para pemerintah
yang ingin memberantas kebodohan, kemiskinan, dan pengangguran? Dalam realita
malah kebodohan semakin menjadi-jadi, kemiskinan kian bertambah, tingkat
pengangguran semakin meningkat. Hal-hal seperti ini tidak akan tejadi jika ada
sosialitas dari para pemerintah. Mereka juga harus bisa mendidik para rakyat
miskin untuk lebih giaat bekerja untung membrantas kemiskinan dan pengangguran.
Program-program pelatihan, penyuluhan, motivasi untuk rakyat harus diadakan,
karena tanpa itu masyarakat hanya bisa merasakan penderitaan. Peran dari
pejabat desa juga berpengaruh untuk rakyatnya. Agar tak ada lagi kebodohan,
kemiskinan, dan pengangguran
Sumber:
Penduduk,Masyarakat dan Kebudayaan
Penduduk,Masyarakat dan Kebudayaan
Penduduk, dalam pengertian luas
diartikan sebagai kelompok organisme sejenis/manusia yang berkembang biak dalam
suatu daerah atau ruang tertentu. Penduduk dalam arti luas itu sering
diistilahkan popuasi dan disini dapat meliputi populasi hewan, tumbuhan dan
juga manusia. Dalam kesempatan ini penduduk digunakan dalam pengertian manusia
yang mendiami wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan
berkembang dalam wilayah tertentu pula.
Masyarakat merupakan suatu kesatuan
kehidupan sosial manusia yang menempatiwilayah tertentu, yang keteraturannya
dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkankarena memiliki pranata sosial yang
telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya.Masyarakat menurut R. Linton
adalah kelompok manusia yang telah cukup lama hidupdan bekerjasama, sehingga
mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentangdirinya dalam
kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. Tekanannya disini terletak pada adanya pranata sosial, tanpa pranata sosial
kehidupan bersama didalam masyarakattidak mungkin dilakukan secara teratur.
Pranata sosial disini dimaksudkan sebagai perangkat peraturan yang mengatur
peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan
maupun secara kelompok
Pengertian
Kebudayaan menurut Koentjaraningrat yang sebagaimana telah dikutip oleh Budiono
K yaitu menegaskan bahwa, “menurut antropologi, kebudayaan ialah seluruh sistem
gagasan, rasa, tindakan dan karya yang dihasilkan oleh manusia dalam kehidupan
masyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar”. Maka berdasarkan
pengertian tersebut ini berarti bahwa ada pewarisan budaya-budaya leluhur lewat
sebuah proses pendidikan.
Budaya dan
kebudayaan sudah ada ketika manusia berpikir, berkarya dan berkreasi. Bahkan akan
senantiasa menunjukkan mengenai pola pikir dan interpretasi manusia pada
lingkungannya. Dalam kebudayaaan ini pula terkandung nilai-nilai yang dianut
oleh masyarakat setempat dan hal ini menuntun untuk memaksa manusia dalam
berperilaku yang sesuai dengan budayanya. Di antara kebudayaan yang satu dengan
lainnya ternyata mempunyai sebuah perbedaan dalam menentukan nilai-nilai hidup
dan berperan serta pada adat istiadat atau tradisi yang dihormati. Adat
istiadat atau tradisi yang berbeda inilah antara yang satu dengan lainnya tak
dapat dikatakan tentang benar atau
salahnya, karena
hal ini merupakan sebuah penilaian yang selalu terikat pada kebudayaan
tertentu.
Kebudayaan sangat
berpengaruh besar pada kepribadian seseorang. Dan sebaliknya juga yaitu bahwa dalam
pengembangan kepribadian manusia dibutuhkan kebudayaan dan kebudayaan ini
akan terus berkembang lewat kepribadian tersebut. Jadi untuk sebuah masyarakat
yang maju, yang menjadi kekuatan penggeraknya ialah individu-individu yang ada
di dalamnya. Maka semakin tinggi sebuah kebudayaan masyarakat akan bisa dilihat
melalui karakter, kualitas dan kemampuan individunya.
Sumber:
Langganan:
Komentar (Atom)
-
Lirik Lagu "Love Yourself" Justin Bieber For all the times that you rain on my parade And all the clubs you get in using my...
-
Manusia dan Keindahan A. Pengertian Manusia Manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH swt yang paling sempurna dibandingkan de...
-
Budaya Dan Sastra Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu buda...